Posted by: hais | August 27, 2009

Catatan Sebuah Vas Bunga

Disebuah toko bunga berjalan-jalan sepasang suami istri muda,  sang istri ingin membeli sebuah bingkisan untuk ibu mertuanya yang sedang ulang tahun.

Berjalan mondar-mandir sambil sesekali menanyakan pendapat suaminya tentang barang yang  akan dibeli, sampailah dia di deretan vas bunga yang cantik-cantik.

“Mas.. Vas bunga ini cantik-cantik sekali, mana yang cocok untuk ibu ya…?”

“Ibu sukanya warna-warna yang cerah, tapi tidak suka yang coraknya terlalu banyak”, komentar sang suami.

“Kalau yang ini bagaimana, Mas”, tanya sang istri sambil mengambil vas bunga warna kuning gading dengan sedikit motif bunga di bagian bawah.

“Boleh juga itu dik, mudah-mudahan ibu suka, lagipula sepertinya yang warna dan model begitu ibu belum punya”, kata sang suami.

Kemudian dicoba ditaruh oleh sang istri vas bunga tersebut di atas meja contoh, ”Wah… cantik sekali ya.., apalagi kalau sudah diisi bunga”.

Tiba-tiba terdengar Vas bunga itu berbicara:

“Aku dulu tidak seindah dan secantik ini, Aku hanyalah segumpal tanah yang tidak ada harganya. Kemudian oleh seorang bapak pengrajin aku dibawa pulang, di rumahnya aku dibanting-banting diatas sebuah meja bundar, aku berteriak-teriak kesakitan, oleh bapak pengrajin tidak dihiraukannya, malahan meja budar itu diputar kencang, aku masih berteriak-teriak minta dihentikan karena pusing sekali, setelah itu semuanya hilang, rupanya aku sudah tak sadarkan diri”

“Begitu tersadar saya sudah berada dihalaman rumah, aku lihat matahari terbit indah sekali, tapi tak lama keindahan itu bisa aku nikmati, setelahnya aku mulai merasa kepanasan, menyengat sekali, sampai kering sekali aku rasakan.”

“Kemudian aku dibawa lagi ke atas meja, aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh bapak pengrajin, yang aku rasakan hanya tubuhku digores-gores, kemudian dioles dengan sesuatu, setelah itu diam…..”

“Semalaman aku didiamkan diatas meja, aku mulai merenung, apalagi yang akan aku alami…??”

“Pagi harinya oleh bapak pengrajin aku dimasukkan ke sebuah kotak, mula-mula aku rasakan hangat ditubuhku, nyaman sekali, tapi makin lama makin panas, aku berteriak-teriak kepanasan, tapi tak satupun yang mendengarnya, hingga aku tak sadarkan diri lagi.”

“Begitu tersadar kudapati diriku berada di atas rak kaca, kulihat diriku di depan kaca. Ooo.. betapa cantiknya diriku, ternyata bahwa penderitaanku beberapa waktu yang lalu itu menjadi tidak berarti setelah kulihat bahwa dari sesuatu yang tidak ada harganya, aku menjadi sebuah barang yang sangat indah dan berharga,  oleh orang-orang aku diberi nama vas bunga.”

Nah.. teman.. itulah gambaran dari perjalanan hidup kita, dari bukan apa-apa kita akan melewati sebuah jalan hidup, dimana didalamnya kita akan dibanting-banting, diputar-putar, dengan berbagai cobaan, kemudian adakalanya kita mengalami sebuah masa-masa indah dan nyaman, yang itu tidak lama kita rasakan, kemudian kita akan kembali dipanaskan lagi dengan ujian, begitu seterusnya sampai diakhirnya kita akan melihat sebuah hasil akhir yang indah, kalau kita tahan terhadap semua cobaan itu.

Oleh karena itu dalam menerima semua cobaan marilah kita bersabar, karena kita tidak tahu akan kemana jalan hidup kita dikemudian hari, yakinlah bahwa apapun yang diberikan oleh Allah adalah hal yang terbaik untuk kita. (Hais-Cilegon)

Reff :

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (QS11-11)

Advertisement

Responses

  1. Pembahasan yang sangat menarik, terima kasih sudah mengingatkan. Sama halnya dengan kejadian manusia yang awalnya bukan apa-apa bahkan cenderung dihinakan (air mani).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.